Pada 01 Maret 2023, Kemitraan bersama dengan Kota Kita dan didukung oleh IDRC, WRI Indonesia, Inobu, dan PATTIRO berhasil melaksanakan kegiatan TCI Forum Dialogue yang ketiga. Kegiatan TCI Forum Dialogue ini dilakukan secara online. Adapun TCI Forum dialogue ini bertujuan untuk mengetahui persepsi anak muda dalam isu perubahan iklim serta apa upaya pemerintah dalam mewadahi aspirasi tersebut ke dalam agenda perubahan iklim. Kegiatan ini dihadiri oleh 50 orang perwakilan generasi muda yang fokus pada isu perubahan iklim di seluruh Indonesia. Forum dialogue ini juga terbagi atas dua rangakaian kegiatan yakni penyampaian materi oleh narasumber dan diskusi kelompok generasi muda peserta TCI forum Dialogue #3 dengan media miro board.
Pada sesi diskusi materi dihadiri oleh beberapa narasumber, diantaranya Ibu Arie Rostika Utami, Yayasan Cerah yang membahas Persepsi Pemilih Muda Atas Permasalahan Krisis Iklim di Indonesia; Dr. Tuti Alawiyah, wakil Direktur Asia Pasifik Raoul Wallenberg Institute yang membahas Bentuk-Bentuk Partisipasi Kaum Muda dalam Aksi Perubahan Iklim; dan Anto Bappenas yang membahas Program dan Kebijakan Pemerintah terkait Perubahan Iklim dan Peran Pemerintah dalam Mewadahi Aspirasi Generasi Muda.
Point menarik dari sesi pertama dalam pemaparan materi berupa:
- Sekitar 82% generasi muda sudah tahu atau pernah dengar istilah perubahan iklim. Perubahan iklim dalam pengertian anak muda meliputi “perubahan besar pada alam”, “bencana alam”, “kerusakan lingkungan”, dan “ulah manusia”.
- Sekitar 6 dari 10 generasi muda memahami bahwa iklim dunia berubah sebagai akibat dari aktivitas manusia, dan manusia perlu mengatasinya.
- Sekitar 84% generasi muda besar kemungkinan untuk ikut memilih jika Pemilihan Presiden RI diselenggarakan hari ini.
- Sekitar 22%-22% tingkat perhatian partai politik di Indonesia terhadap agenda perubahan iklim belum menunjukkan prioritas perhatian untuk menghentikan atau mengatasi perubahan iklim.
Pada sesi kedua, kegiatan yang dilakukan berupa diskusi kelompok (lima kelompok) yang dipandu oleh Fasilitator TCI forum Dialogue #3. PATTIRO, yang terdiri atas Nurul Tanjung sebagai Fasilitator, Ramlan sebagai co-Fasilitator, dan Asiswanto sebagai notulensi di percaya untuk membantu alur diskusi kelompok empat. Kelompok empat beranggotakan 10 generasi muda dari organisasi yang beragam seperti Maplofa Unmul, Kammi Samarinda, PMII Uinsu dan seterusnya.

Point menarik dari diskusi kelompok empat berupa:
- Dampak perubahan iklim yang paling sering dirasakan berupa kondisi cuaca berubah-ubah, pemutihan karang, tanah longsor, naiknya permukaan air laut, penurunan produktifitas pangan akibat curah hujan, suhu panas, dan bencana alam.
- Aktivitas sehari-hari yang terganggu akibat krisis iklim berupa merebaknya kasus-kasus KDRT karena faktor ekonomi keluarga, panen padi berkurang, menurunnya penghasilan petani, pekerjaan pertani hilang, dan anak putus sekolah karena ekonomi
- Isu prioritas dalam perubahan iklim bagi generasi muda di tahun politik berupa isu Ekonomi Masyarakat, Produktivitas hasil pertanian, Manultrisi, Kebakaran Hutan, penebangan hutan, terganggunya Ketahanan Panga, izin pertambangan, kebijakan dalam isu lingkungan, tambang ilegal
- Peran generasi muda dalam krisis iklim berupa penggerak isu perubahan iklim, sosilisasi PHBS, sebagai agen yang terus menyuarakan isu iklim, agen of change in climate action, dan kampanye isu perubahan iklim.
- Tantangan dalam mendorong agenda iklim berupa aspirasi atuaupun kampanye sulit tersampaikan ke masyarakat dan dipahami oleh masyarakat.
- Faktor pendukung/hal yang dibutuhkan untuk mendorong partisipasi dalam aksi iklim berupa komunitas anak muda yang harus solid dan terorganisir, adanya wadah untun generasi muda, support, dan kemudahan dalam melakukan sosialisasi/kampanye disektor pemuda.
- Harapan anak muda untuk pemerintah/pengambil kebijakan dalam isu perubahan iklim berupa melibatkan pemuda dalam pembuat keputusan, menyadarkan khalayak umum akan pentingnya menjaga lingkungan serta kesadaran dalam perubahan iklim yang berdampak begitu bahaya, Pencerdasan, membuat program kesehatan gratis untuk masyarakat sekita tambang, dan mewujudkan segala upaya mitigasi perubahan iklim sesuai dengan kebijakan dalam bentuk nyata.